Desa Pagar Jati, yang terletak di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, merupakan salah satu kawasan pertanian yang kaya akan potensi. Namun, para petani di desa ini menghadapi tantangan yang cukup serius, terutama dalam hal biaya modal yang tinggi dan hasil panen yang tidak seimbang.
Realitas ini membuat banyak petani berada dalam situasi yang sulit, di mana pengeluaran yang dikeluarkan untuk bercocok tanam kerap kali tak sebanding dengan hasil yang mereka peroleh.
Salah satu masalah utama yang dihadapi petani Dosroha dan petani Desa Pagar Jati adalah biaya modal yang tinggi. Banyak dari mereka kesulitan mengakses modal untuk membeli bibit, pupuk, dan peralatan pertanian.
Selain itu, keterbatasan alat pertanian modern seperti traktor dan pemanen padi menjadi kendala besar. Alat-alat ini tidak hanya terbatas jumlahnya, tetapi juga memiliki harga sewa yang sangat mahal bagi kebanyakan petani. Dengan biaya sewa yang tinggi, sebagian besar keuntungan dari hasil panen justru habis untuk membayar biaya modal, termasuk sewa alat.
Dalam kenyataannya, banyak petani yang harus mengalokasikan sekitar 50% dari hasil panen mereka untuk menutupi biaya modal yang dikeluarkan selama masa tanam. Sisanya, yang juga sekitar 50%, disimpan untuk kebutuhan pangan keluarga mereka selama 2 hingga 3 bulan ke depan.
Dengan hasil yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, para petani sering kali kesulitan dalam memperbaiki kondisi ekonomi keluarga mereka atau mengembangkan usaha pertanian. Permasalahan ini semakin diperparah dengan fluktuasi harga padi di pasaran yang sering kali tidak stabil. Saat harga jual rendah, keuntungan yang diperoleh petani semakin kecil, sehingga tidak mampu menutupi biaya modal secara memadai.
Akibatnya, banyak petani Dosroha dan petani Desa Pagar Jati terjebak dalam siklus kesulitan finansial, di mana mereka tidak memiliki cukup uang untuk berinvestasi di musim tanam berikutnya.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta. Dukungan dalam bentuk subsidi alat pertanian, akses kredit yang lebih mudah dengan bunga rendah, serta program pelatihan pertanian modern sangat diperlukan untuk membantu para petani Dosroha dan petani Desa Pagar Jati keluar dari lingkaran permasalahan yang mereka hadapi.
Dengan adanya bantuan yang tepat, diharapkan para petani Dosroha dan petani Desa Pagar Jati dapat meningkatkan produktivitas mereka, mengurangi ketergantungan pada alat sewa yang mahal, serta mendapatkan hasil yang lebih seimbang antara biaya modal dan keuntungan panen. Pada akhirnya, upaya ini dapat membantu mereka mencapai kesejahteraan yang lebih baik serta ketahanan pangan yang lebih kuat bagi keluarga mereka.